Make Our Own Genius adalah sebuah blog yang saya harapkan bisa menjadi blog yang bermanfaat bagi semua...

Make Our Own Genius

Tick.. Tick...

Memahami Sifat Genius (Bag.I)

Sabtu, 04 Oktober 2008 by laileila

“Ketika alam punya kerja yang harus dilakukan, ia pun menciptakan seorang genius untuk melakukannya” Ralph Waldo Emerson

Sifat genius secara tradisionl dilingkupi oleh sejumlah mitos menyesatkan. Mungkin orang-orang terintimidasi atau bahkan takut akan konsep jenius. Apapun alasannya, mitos-mitos ini perlu dibongkar.


Mitos 1: “Para Genius Memang Terlahir”

Ide ini sangat lazim, namun tidak benar. Mengapa? Genetika memang mepengaruhi hidup kita, tetapi tidak sepenuhnya menentukan hidup kita. Jika mitos ini benar, mengapa kita tidak memenjarakan saja anak para pembunuh masal? Mengapa tidak usah saja kita menyekolahkan mereka yang cenderung hanya akan main-main dan buang-buang waktu?

Dunia barangkali akan jauh lebih efisien dan kurangf kacau-dan kurang menarik-jika orang bisa diklasifikasikan begitu mudahnya.

Pendidikan, pengaruh sosial, ini sama pentingnya dengan warisan genetik. Bahkan dengan materi genetik paling baik sekalipun, tanpa ada pengaruh social yang positif danketrampilan-ketrampilan yang dipelajari, seseorang tidak bisa mencapai kondisi genius.

Sebuah analogi bisa menunjukkan hal ini lebih gamblang. Pualam merupakan materi yang indah, namun mentah. Kerja keras pemahatlah yang mengubah pualam itu dari sebuah batu menjadi sekeping benda museum kelas dunia. Di sisi lain, seorang pemahat kikuk bisa saja menjatuhkannya dan menbuatnya hancur berkeping-keping, dan hasilnya akan berakhir di tempat sampah.

Potensi pada setiap orang adalah seperti sekeping pualam-dan apakah seseorang berakhir dipenjara atau puncak kemasyhuran itu tergantung pada ketrampilan-ketrampilan yang dipelajarinya.

Maka, jangan percaya bahwa kita yang saat ini normal-normal saja akan tetap normal.
Karena kita punya peluang yang sama seperti Einstein dan para pendahulu kita untuk menjadi seorang Genius.


Mari Berusaha!

Read More......
Filed under having 0 comments  

BERHENTILAH BERHENTI!

by laileila

Inilah langkah pertama yang harus kita lakukan...

BERHENTILAH BERHENTI...!!!!


Untuk Jadi seorang yang genius, kita harus bergerak. Menjadi seorang genius bukanlah sekedar mengetahui bahwa sesuatu itu mungkin, tapi genius membutuhkan tindakan dan rasa saat mengalami perasaan-perasaan genius.

Berhentilah berhenti! Iaph. Itulah Hukum pertama untuk jadi seorang genius. Jika kita tidak siap untuk berhenti dari berhenti, maka kita tidaklah siap untuk menjasi seorang genius. Apakah kita siap?


Jika, jawaban dari pertanyaan itu adalah iya, maka teruskan membaca posting ini. Tapi, jika jawaban dari pertanyaan itu adalah tidak, maka berfikirlah lagi untuk menjadi seorang genius.

Mari melangkah ke depan

Inilah Realita

Di sekolah, kita diberi tugas-tugas, kita diajari untuk mengikutinya, dan kita dikondisikan untuk mematuhi aturan-aturan dari tugas tersebut. Ketika gagal, kita seringkali mencari kambing hitam. "Salahkan saja gurunnya-bukan salah kita!" atau "Guru itu tak mengajar secara benar-jadi kita tak bisa disalahkan!"

Jika kita masih mengungkapkan kata-kata seperti itu, berarti kita menempatkan orang-orang lain sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hidup kita. Sikap yang jauh lebih kuat adalah bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Bila kita gagal, seperti kita semua juga pernah gagal, mari pikul tanggung jawabnya. Bukannya seperti menjadi korban, kitalah yang mengendalikan keadaan.

Jangan biarkan diri kita pasif. Kita harus bisa seaktif mungkin dalam menghadapi kesulitan atau kesulitan akan terus berlanjut. Pilihan ada pada diri kita masing-masing. Tentukan pilihan sekarang!

"Aku Lemah. Aku ingin tetap lemah. Orang lainlah yang bertanggung jawab atas hidupku"
"Aku kuat. Aku ingin menjadi lebih kuat. Akulah yang bertanggung jawab atas hidupku."

Jika pilihan jatuh pada pilihan ke dua, maka kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

Mari kita pikirkan, saat kita disuruh untuk mengerjakan PR nomor 1,3, dan 5, apakah kita juga mengerjakan soal-soal lainnya? TIDAK!

Mengapa? Apakah dalam otak kita ada pemikiran semacam "mengapa aku harus memecahkan soal-soal itu?" Baiklah, kita akan membandingakan olahragawan dengan orang yang tak pernah melakukan olahraga.

Bagaimana kondisi olahragawan? Sehat, jarang sakit, dan terlihat sangat bugar. Lalu, sekarang bandingkan dengan kondisi orang yang jarang berolaraga! Mereka lebih rentan terkena penyakit, hal ini disebabkan karena otot mereka tidak terlatih untuk melakukan hal-hal berat.

Jadi ketika mereka melakukan kegiatan yang sedikit berat daripada yang biasa dilakukan mereka akan mengeluh.

Sama halnya dengan otot, Otak kita juga butuh latihan. Malahan otak kita adalah otot terbesar di dalam tubuh kita. Maka sekarang, mari kita tentukan pilihan sekali lagi

"Aku tidak akan melatih otakku, karena aku ingin jadi bodoh"
"Aku akan melatih otakku, karena ini adalah jalan untuk mencapai kesuksesanku"

Jika pilihan kita, sekali lagi jatuh pada pilihan ke dua, maka kita akan teruskan ke bagian akhir dari wacana hukum pertama untuk jadi seorang genius.

Jadi, Hukum pertama untuk jadi seorang jenius adalah : BERHENTILAH BERHENTI!

Ya, jangan pernah stop! Ya, Jangan pernah berhenti! Ya, teruslah bergerak terus.

Berhenti berhenti itu paradoksial: Bila kita berhenti berhenti apakah kita masih berhenti?

Karena ini paradoksial, orangpun megingatnya.

Mari kita ucapkan itu berkali-kali dengan intinoasi berbeda.

Mari ikuti hukum ini.

Berhenti berhenti adalah batu pijakan pertama utuk menjadi seorag genius.


Gampang bukan??


Mari Mencoba!!





Read More......
Filed under having 0 comments  

Being A Genius Is NOT HARD

Rabu, 27 Agustus 2008 by laileila




Genius adalah keuntungan strategis (Albert Einstein)

Genius adalah penyelamat (seperti Archimedes)

Genius adalah masa depan (seperti Edison)

Genius itu abadi (seperti Socrates)


Being a genius is not hard....

Jadi orang genius itu nggak sulit kug...

Muw tau gimana caranya???


Baca Blog Quw....

Read More......
Filed under having 0 comments  

enniwan...